Khamis, 13 Jun 2013

ILMU LADUNI



Ilmu laduni ini kebanyakannya mengenai penguraian, falsafah, didikan, hal kontemporer di zaman itu, metode dan kaedah saja. Perkara-perkara ini dapat berubah mengikut zaman. Inilah Ilmu yang dimiliki seorang MUJADDID disetiap zaman.

Jika ilmu wahyu disampaikan kepada rasul atau nabi, ilmu laduni atau ilmu ilham Allah kurniakan kepada para wali dan orang-orang soleh. Ilmu wahyu adalah syariat baru yang memansuhkan syariat yang diamalkan sebelumnya manakala ilmu laduni akan membawa tafsiran atau makna baru kepada ilmu wahyu itu, sesuai untuk zamannya.

Kalau ilmu wahyu ditolak, otomatis seseorang itu akan jatuh murtad atau kafir dan di Akhirat akan terjun ke Neraka serta kekal selama-lamanya. Sebaliknya kalau menolak ilmu laduni atau ilmu ilham, tidak menjadi kafir tetapi akan menghilangkan berkat (barakah) dan tertutup pintu bantuan Allah.

Mungkin ada orang yang akan menolak pendapat tentang ilmu laduni ini dan sulit untuk menerimanya terutamanya: 

Orang yang tidak percaya adanya ilmu laduni atau ilham di dalam Islam. 

Seseorang yang tidak ada ilmu ini dan tidak ada pengalaman mengenainya, sekalipun dia mempercayainya. 

Seseorang yang tahu mengenai ilmu ini tetapi karena hasad dengki, dia tidak senang dengan orang yang mendapat ilmu ini, maka dia pun buat-buat menolaknya, sedangkan hatinya membenarkan. 

Apa bukti ilmu laduni atau ilmu ilham ini wujud? Buktinya, adalah berdasarkan hujah berikut:

Hujah Al Quran

Dalam Al Quran ada dalil yang kuat sebagai bukti kewujudan ilmu ini.



Maksudnya: “Hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah nescaya Allah akan ajar kamu.” (Al Baqarah: 282)

Dalam ayat ini jelas Allah menyebutkan tentang orang-orang bertaqwa yang bersih dari sifat-sifat mazmumah, Allah akan beri ilmu secara wahbiah, tanpa usaha ikhtiar, tanpa belajar atau berguru.



Hujah Hadist

Rasulullah SAW bersabda:

Maksudnya: “Barang siapa yang beramal dengan ilmu yang dia tahu, Allah akan pusakakan padanya ilmu yang dia tidak tahu.” (Dikeluarkan oleh Abu Nuaim)



Inilah buktinya. Artinya ilmu yang telah sedia ada itu akan bertambah bila diamalkan. Yakni ia akan dapat ilmu baru hasil dipraktekkan ilmu itu. Proses ini juga berlaku secara wahbiah.





Inilah yang dikatakan ilmu laduni atau ilmu ilham yang mana Allah sampaikan melalui tiga cara:
  1. Ilmu itu Allah jatuhkan langsung ke dalam hati. 
  2. Adakalanya Allah tayangkan ilmu itu yang boleh dilihat seolah-olah melihat layar TV. Sedangkan orang lain yang ada bersama-sama dengannya ketika itu tidak dapat melihatnya. 
  3. Atau mungkin mendengar suara yang membisikkan ke telinganya tetapi tidak nampak rupa makhluknya. Inilah yang dikatakan hatif. Mungkin suara ini suara malaikat, jin yang soleh atau wali-wali Allah.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan